ARTIKEL

7 Jenis Logam Beserta Karakteristiknya yang Ada di Dunia

Yuna Ni

Jenis logam, Sumber: kompas.com

Logam menjadi salah satu bahan baku yang sangat familiar di dalam kehidupan kita sehari-hari. Menurut penulis, tingginya tingkat penggunaan berbagai jenis logam membuktikan bahwa material ini memiliki peran yang sangat besar dalam menopang peradaban manusia.

Meskipun sudah tidak asing lagi dengan keberadaannya, apakah Anda sudah tahu pengertian, sifat, unsur, bahkan variasi karakteristiknya yang unik? Pemahaman yang baik mengenai karakteristik dasar material ini akan sangat membantu kita dalam melakukan perawatan.

Karakteristik Masing-Masing Jenis Logam

Setiap jenis logam tentunya akan membutuhkan metode perawatan yang berbeda satu dengan lainnya agar tidak mudah rusak. Mari kita bedah penjelasannya secara mendalam agar Anda bisa merawat seluruh aset logam yang dimiliki.

1. Pengertian Dasar Logam dan Asal-usul Istilahnya

Unsur-unsur logam, Sumber: sindonews.net
Asal-usul logam, Sumber: sindonews.net

Secara ilmiah, logam merupakan sebuah unsur kimia yang mempunyai sifat kuat, liat, keras, dan mampu menjadi konduktor listrik maupun energi panas yang baik. Material ini juga dikenal sebagai benda padat yang mempunyai titik cair tinggi.

Asal mula bahan ini berasal dari bijih alami yang didapatkan melalui proses penambangan di dalam kerak bumi. Secara etimologi, kata logam diserap dari bahasa Yunani, yaitu metallon, yang memiliki arti unsur kimia siap berikatan menjadi ion.

Menurut pengamatan penulis, berbagai macam benda di sekitar kita menunjukkan bahwa setiap jenis logam bisa mencair pada titik didih tertentu. Sifat cair inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pekerja industri untuk membentuk struktur dekorasi yang indah.

2. Sifat-Sifat Dasar dan Keistimewaan Unsur Logam

Jika dilihat berdasarkan karakteristik kimianya di dalam tabel periodik, unsur di bumi secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu logam dan non-logam. Konfigurasi elektronnya menunjukkan bahwa sifat material logam cenderung lebih mudah melepaskan elektron.

Hal ini tentu berbanding terbalik dengan sifat non-logam yang memiliki kecenderungan alami untuk menangkap elektron bebas. Di luar sifat kimia tersebut, hampir semua variasi jenis logam memiliki tampilan fisik mengkilap dan tingkat kerapatan massa yang relatif tinggi.

Selain itu, sifat dasarnya yang sangat mudah ditempa dan dibentuk membuat material ini menjadi primadona di dunia manufaktur. Karakteristik inilah yang melahirkan banyak produk fungsional. Mulai dari mesin kendaraan hingga aneka pajangan premium.

3. Mengenal Karakteristik Logam Berat di Sekitar Kita

Pembahasan berikutnya yang perlu kita pahami bersama adalah logam berat. Jenis ini mendominasi sebagian besar unsur logam di kerak bumi. Karakteristik utama dari kelompok logam berat adalah memiliki rapat massa yang tergolong tinggi dibandingkan jenis lainnya.

Beberapa contoh nyata dari kelompok logam berat ini antara lain adalah besi, timbal, nikel, kromium, tembaga, seng, dan timah. Sebenarnya Anda bisa menemukan penggunaan jenis logam ini pada berbagai peralatan dapur yang membutuhkan hantaran panas konstan.

Sebut saja setrika listrik hingga komponen pemanas pada rice cooker yang sering kita gunakan di dalam rumah. Hanya saja, pada proses produksinya bahan berat ini biasanya dicampur dengan material lain agar lebih aman digunakan.

4. Logam Mulia untuk Investasi

Logam mulia untuk investasi, Sumber: infoterkini.id
Logam mulia untuk investasi, Sumber: infoterkini.id

Siapa sih di antara kita yang tidak kenal dengan kelompok logam yang bernilai tinggi ini? Hampir semua orang pasti mengenal logam mulia karena posisinya yang sangat prestisius di mata masyarakat modern saat ini.

Sesuai dengan nama yang disandangnya, kelompok ini memiliki nilai jual yang tergolong cukup mahal daripada jenis-jenis lainnya. Faktor kelangkaan dan keindahannya membuat logam ini menjadi alasan utama mengapa bahan ini sering dijadikan komoditas investasi.

Contohnya seperti produk dari logam antam karena nilainya yang tinggi. Selain itu, logam mulia biasanya diolah menjadi logam perhiasan ataupun peralatan eksklusif. Sebut saja emas, perak, dan platina.

5. Logam Ringan untuk Peralatan Industri

Selanjutnya ada logam ringan yang massa dari unsur penyusunnya cenderung berada di level rendah. Pasalnya, atom yang membangun struktur pada jenis logam yang satu ini memang memiliki berat jenis yang tergolong sangat enteng.

Massa yang ringan inilah yang membuat logam jenis ini kerap digunakan sebagai bahan baku utama untuk membuat berbagai peralatan. Penggunaannya sangat luas, mulai dari perkakas rumah tangga, komponen kantoran, hingga industri penerbangan berskala besar.

Kebanyakan peralatan tersebut dibuat menggunakan bahan aluminium. Meskipun ada logam lain seperti magnesium, titanium, natrium, dan kalium. Penggunaannya terbukti mampu memangkas bobot operasional mesin tanpa mengurangi kekuatan strukturalnya.

6. Logam Tahan Api (Refractory Metal)

Logam tahan panas, Sumber: thoughtco.com
Logam tahan panas, Sumber: thoughtco.com

Beberapa material dasar umumnya akan langsung meleleh apabila dipanaskan menggunakan kobaran api pada titik didih tertentu di dalam tungku. Namun, hal tersebut tidak akan berlaku pada kelompok logam khusus yang memiliki kemampuan tahan api.

Sesuai dengan julukannya, material ini dibekali karakteristik istimewa yang mampu mempertahankan bentuk padatnya meskipun menghadapi suhu ekstrim. Di dunia industri manufaktur, logam tahan api ini juga sangat sering dikenal dengan sebutan logam refractory.

Beberapa contoh unsur yang masuk ke dalam kategori ini adalah titanium, zirconium, molibdenum, hingga wolfram yang sangat kuat. Karakteristik tangguh ini membuatnya banyak dipakai untuk melapisi dinding bagian dalam tungku peleburan logam pabrik.

7. Klasifikasi Logam Berdasarkan Unsur Besi (Ferro)

Unsur besi, Sumber: shopify.com
Unsur besi, Sumber: shopify.com

Logam juga dikelompokkan berdasarkan ada atau tidaknya unsur besi (Fe) and karbon (C) sebagai bahan penyusun utamanya. Kelompok pertama adalah logam besi (ferrous) yang menjadikan besi dan zat arang karbon sebagai pilar unsur dasarnya.

Selain kedua kandungan utama tersebut, biasanya terdapat unsur tambahan seperti mangan, silisium, sulfur, dan juga fosfor di dalamnya. Menurut penulis, proporsi kadar karbon inilah yang memegang kendali penuh dalam menentukan tingkat kekerasan material besi tersebut.

Sedangkan kelompok kedua adalah logam non-besi (non-ferrous) yang sama sekali tidak mengandung unsur besi seperti aluminium, timbal, dan tembaga. Karakteristik non-besi yang fleksibel ini sangat populer digunakan untuk membuat produk kerajinan bernilai seni tinggi.

Memahami perbedaan karakteristik dari setiap jenis material ini tentu akan memudahkan Anda dalam memilih produk dekorasi maupun investasi yang tepat. Kualitas bahan dan keaslian kadar menjadi kunci utama agar nilai fungsionalnya tetap terjaga.

Hiasan dari Bahan Logam

Hiasan dari bahan logam kini menjadi pilihan utama untuk menghadirkan kesan mewah dan elegan pada interior bangunan Anda. Karakteristik materialnya yang kuat, mengkilap, dan tahan lama membuatnya sangat cocok dibentuk menjadi aneka produk kerajinan.

Jika Anda ingin mempercantik ruangan dengan dekorasi premium seperti kaligrafi, jam dinding, plakat, pigura, hingga logo tembaga. Anda bisa memesan produk tersebut secara custom agar hasilnya lebih sesuai dengan keinginan di Logo Tembaga.

Segera hubungi tim admin kami untuk mengkonsultasikan konsep desain impian Anda. Dapatkan penawaran harga terbaik untuk pemesanan seluruh produk kerajinan hiasan dinding pilihan Anda hanya di Logo Tembaga!