Desain kantor vintage sangat disukai oleh mereka yang ingin menghadirkan suasana kerja berbeda dari kantor modern pada umumnya. Hal itu karena kantor bergaya vintage menawarkan kesan klasik dan penuh karakter.
Selain menunjang estetika, desain ini juga sering dipilih untuk membangun citra brand yang autentik dan memiliki cerita. Hal ini terbukti mampu meninggalkan kesan kuat bagi klien maupun pengunjung.
Kesalahan dalam Desain Vintage

Tidak sedikit orang yang menyukai warna-warna gelap karena terkesan lebih maskulin, tegas, dan berkarakter. Kesan ini bahkan sering dibawa dalam menyusun kantor bernuansa vintage. Tidak sedikit orang memilih warna dengan dominasi coklat tua, hitam, atau abu-abu gelap.
Jika tidak diolah secara tepat, pilihan tersebut justru dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Ruang kerja bisa terasa berat, pengap, dan kurang hidup, terutama bila pencahayaan alami terbatas.
Selain masalah warna, kesalahan lain dalam menyusun desain vintage adalah penggunaan furniture yang hanya mengejar tampilan estetis namun mengabaikan kenyamanan. Padahal kursi atau meja bergaya lama yang tidak nyaman bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Kesalahan berikutnya adalah dekorasi berlebihan, seperti ornamen terlalu ramai atau tekstur berat yang justru membuat ruangan terasa penuh. Kurangnya penggunaan teknologi modern juga sering menjadi kelemahan desain vintage yang tidak direncanakan dengan baik.
Ide Desain Kantor Vintage
Selain banyak diaplikasikan pada ruang tunggu kantor, desain interior vintage juga bisa Anda terapkan pada area kerja utama. Berikut adalah beberapa ide desain vintage yang bisa Anda tiru untuk menciptakan suasana yang hangat dan lebih berkarakter.
1. Authentic Vintage

Untuk menghadirkan nuansa vintage di kantor, baik pada ruang rapat maupun area kerja, pemilihan furniture menjadi kunci utama. Salah satu pilihan yang cukup ikonik adalah kursi bergaya vintage yang dikenal sebagai kursi kaki jengki.
Ciri khas kursi ini terletak pada bentuk kakinya yang meruncing di bagian ujung sehingga terlihat ramping dan proporsional. Umumnya, kursi kaki jengki dibuat dari kayu jati lama yang dikenal kuat dan memiliki tampilan yang khas.
Selain kursi, penggunaan lemari penyimpanan dokumen dan rak buku berbahan kayu juga dapat memperkuat kesan vintage secara menyeluruh. Kombinasi furniture kayu ini menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan tetap fungsional untuk aktivitas sehari-hari.
2. Rustic Vintage

Gaya vintage pada interior kantor pada dasarnya sudah memancarkan nuansa hangat dan menenangkan. Ketika gaya vintage dipadukan dengan sentuhan rustic, kesan tersebut menjadi semakin kuat dan terasa lebih natural.
Kedua konsep ini sama-sama menonjolkan penggunaan material alami. Salah satu yang menjadi bintangnya adalah kayu. Material yang satu ini mampu menciptakan suasana kerja yang lebih ramah dan tidak kaku.
Penggunaan meja kerja, kursi, hingga rak dokumen dari kayu mentah atau finishing alami dapat menghadirkan karakter yang kuat tanpa terasa berlebihan. Ornamen bernuansa retro juga berperan penting untuk menjaga identitas vintage tetap konsisten.
3. Vintage Modern

Menghadirkan desain kantor vintage bergaya modern berarti memadukan sentuhan masa lalu dengan kenyamanan dan fungsionalitas masa kini. Gaya ini cocok bagi kantor yang ingin tampil berkarakter tanpa terlihat kuno.
Nuansa modern dapat dibangun melalui palet warna netral seperti putih, krem, atau abu-abu. Warna-warna tersebut dipilih karena mampu menjadi latar yang ideal untuk menonjolkan elemen vintage yang lebih akan kaya detail.
Perpaduan meja kayu bergaya vintage dengan kursi ergonomis modern adalah contoh nyata bagaimana estetika lama dan kebutuhan kerja masa kini bisa berjalan seimbang. Jadi jika Anda ingin menghadirkan desain kantor vintage maka konsep yang satu ini bisa dipilih.
4. Industrial Vintage Style

Industrial vintage style menawarkan perpaduan unik antara nuansa klasik dan karakter industrial yang kuat sehingga cocok diterapkan pada desain kantor. Gaya ini memadukan elemen vintage dengan ciri khas industrial yang sama-sama menonjolkan kesan mentah.
Secara visual, industrial vintage style cenderung menghadirkan atmosfer maskulin namun tetap hangat. Material seperti kayu solid, logam, dan beton ekspos menjadi elemen utama untuk membangun suasana yang autentik dan berkarakter.
Palet warna monokrom mulai dari hitam, abu-abu tua, hingga coklat gelap, memperkuat kesan retro sekaligus industrial. Furniture bergaya vintage seperti meja kayu lawas, lampu gantung klasik, atau perabot bernuansa lama dapat menjadi focal point yang menarik.
5. Vintage Tropis

Jika Anda ingin menghadirkan suasana kantor yang terasa lebih segar, memadukan gaya interior vintage dengan sentuhan tropis bisa menjadi pilihan yang tepat. Desain vintage yang hangat berpadu dengan tanaman hijau akan membuat suasana kantor menjadi lebih hidup.
Tanaman hias berdaun lebar atau tanaman gantung bisa Anda letakkan untuk meningkatkan estetika sekaligus memberi kenyamanan secara psikologis. Selain tanaman, nuansa tropis juga dapat diperkuat melalui penggunaan material alami seperti rotan, bambu, dan kayu.
Material-material ini mampu menghadirkan kesan alami dan dekat dengan alam tanpa menghilangkan karakter klasik dari gaya vintage. Lingkungan kerja yang nyaman dan menenangkan ini pada akhirnya dapat membantu meningkatkan mood kerja.
Itulah 5 ide desain kantor vintage yang tidak hanya menonjolkan nilai estetika akan tetapi juga tetap memperhatikan kenyamanan dan produktivitas kerja. Kunci dari penerapan gaya vintage adalah keseimbangan antara setiap elemennya.
Untuk memperkuat identitas ruang kantor, Anda juga bisa menambahkan elemen logam sebagai pelengkap. Contohnya seperti logo kuningan pada dinding resepsionis, ruang tunggu kantor, atau area lobby kantor.
Aksen logo berbahan logam tidak hanya mempertegas citra vintage, tetapi juga memberi kesan eksklusif dan berkelas. Tentu saja Anda bisa memesan logo maupun produk tembaga lainnya di tempat kami.
